MY BLOG

GALIH EKA PURNOMO 11.11.2560

Senin, 26 Mei 2014

puisi- puisi amatir

Hujan
Karya : Areej Yuyun Nurani


Hujan mengingatkanku pada dia
dia yang seperti batu
keras dan tegas
namun mampu memancarkan keindahan
Hujan membawaku pada kerinduan
kerinduan pada dia
tentang seyum merekah
seperti mawar yang baru mekar
Hujan mengantarkanku pada pelangi
indah berwarna-warni
mewarnai setiap alunan langkah ini
hujan selalu membawaku mengingat waktu

waktu yang mengantarku pada lesung yang melekuk di bawah matamu






Kau
Karya : Areej Yuyun Nurani


Maukah kau menyejukkan aku
seperti embun yang menyejukkan pagi
maukah kau menghangatkanku
seperti matahari yang menginari bumi
maukah kau mengindahkanku
seperti pelangi setelah hujan







Malam Kosong
Karya : Areej Yuyun Nurani


Aku diam pada gelap yang tak jua memberikan terang
Aku melempar senyum pada malam yang kosong
diam, diam mereka hanya diam
bahkan mereka menatapku dengan mata nanar
dimana bulan yang selalu menerangi malam?
Entahlah, hanya gelap yang tersisa
















Irama Kehidupan
Karya : Areej Yuyun Nurani


Lelaki bertatokan abadi
menyanyi dalam bus tak bernyawa
menanti tangan malaikat suci
menyambut suara menyayat telinga
setengah mata orang menyambutnya
tak lelah ia berkelana
disengat sang surya
dia percaya roda berputar pada waktunya









Lantunan Jiwa
Karya : Areej Yuyun Nurani


Menari di atas langit biru
berhiaskan sepercik emas
ku terdiam di atas untaian bunga
menata nafas berbalut luka
sepasang kupu-kupu tersenyum dan menari
mendekat, memasang wajah manja
menghibur diri yang berbalut luka

puisi- puisi amatir

Hujan
Karya : Areej Yuyun Nurani


Hujan mengingatkanku pada dia
dia yang seperti batu
keras dan tegas
namun mampu memancarkan keindahan
Hujan membawaku pada kerinduan
kerinduan pada dia
tentang seyum merekah
seperti mawar yang baru mekar
Hujan mengantarkanku pada pelangi
indah berwarna-warni
mewarnai setiap alunan langkah ini
hujan selalu membawaku mengingat waktu

waktu yang mengantarku pada lesung yang melekuk di bawah matamu






Kau
Karya : Areej Yuyun Nurani


Maukah kau menyejukkan aku
seperti embun yang menyejukkan pagi
maukah kau menghangatkanku
seperti matahari yang menginari bumi
maukah kau mengindahkanku
seperti pelangi setelah hujan







Malam Kosong
Karya : Areej Yuyun Nurani


Aku diam pada gelap yang tak jua memberikan terang
Aku melempar senyum pada malam yang kosong
diam, diam mereka hanya diam
bahkan mereka menatapku dengan mata nanar
dimana bulan yang selalu menerangi malam?
Entahlah, hanya gelap yang tersisa
















Irama Kehidupan
Karya : Areej Yuyun Nurani


Lelaki bertatokan abadi
menyanyi dalam bus tak bernyawa
menanti tangan malaikat suci
menyambut suara menyayat telinga
setengah mata orang menyambutnya
tak lelah ia berkelana
disengat sang surya
dia percaya roda berputar pada waktunya









Lantunan Jiwa
Karya : Areej Yuyun Nurani


Menari di atas langit biru
berhiaskan sepercik emas
ku terdiam di atas untaian bunga
menata nafas berbalut luka
sepasang kupu-kupu tersenyum dan menari
mendekat, memasang wajah manja
menghibur diri yang berbalut luka

Diberdayakan oleh Blogger.

Kursor

Final Fantasy 7 Cloud Strife

zombi

t,kelinci