Hujan
Karya : Areej Yuyun
Nurani
Hujan mengingatkanku pada dia
dia yang seperti batu
keras dan tegas
namun mampu memancarkan keindahan
Hujan
membawaku pada kerinduan
kerinduan
pada dia
tentang
seyum merekah
seperti
mawar yang baru mekar
Hujan mengantarkanku pada pelangi
indah berwarna-warni
mewarnai setiap alunan langkah ini
hujan selalu membawaku mengingat waktu
waktu yang mengantarku pada lesung yang melekuk di
bawah matamu
Kau
Karya : Areej Yuyun
Nurani
Maukah kau menyejukkan aku
seperti embun yang menyejukkan pagi
maukah kau menghangatkanku
seperti matahari yang menginari bumi
maukah kau mengindahkanku
seperti pelangi setelah hujan
Malam
Kosong
Karya : Areej Yuyun
Nurani
Aku diam pada gelap yang tak jua memberikan
terang
Aku melempar senyum pada malam yang
kosong
diam, diam mereka hanya diam
bahkan mereka menatapku dengan mata
nanar
dimana bulan yang selalu menerangi
malam?
Entahlah, hanya gelap yang tersisa
Irama
Kehidupan
Karya : Areej Yuyun
Nurani
Lelaki bertatokan abadi
menyanyi dalam bus tak bernyawa
menanti tangan malaikat suci
menyambut suara menyayat telinga
setengah mata orang menyambutnya
tak lelah ia berkelana
disengat sang surya
dia percaya roda berputar pada
waktunya
Lantunan
Jiwa
Karya : Areej Yuyun
Nurani
Menari di atas langit biru
berhiaskan sepercik emas
ku terdiam di atas untaian bunga
menata nafas berbalut luka
sepasang kupu-kupu tersenyum dan
menari
mendekat, memasang wajah manja
menghibur diri yang berbalut luka

