MY BLOG

GALIH EKA PURNOMO 11.11.2560

Rabu, 28 Mei 2014

Persahabatan Kopi dan Gula

Persahabatan Kopi dan Gula
Oleh : Areej Yuyun Nurani

Pada zaman dahulu tinggallah kopi di sebuah hutan. Setiap hari dia membantu Ibunya di rumah, menyapu, membersihkan rumah, mencari kayu bakar di tengah hutan, karena setiap pagi Ibunya harus pergi ke kota untuk menjajagan dagangannya. Sedangkan ayahnya bekerja di luar kota. Kopi tidak mempunyai saudara, sehingga dia selalu merasa kesepian. Teman-temannya pun menjauhinya karena dia jelek, hitam, dan miskin. Suatu ketika Kopi pergi ke sungai untuk mandi, tiba-tiba Coklat dan Keju datang, mereka mengejek dan menertawakan Kopi.
“Hey Kopi buat apa kamu mandi, tetap aja kamu hitam, haha”, ejek Coklat.
Kopi pun hanya bisa terdiam dan menangis, dia malu kepada teman-temannya. Sampai akhirnya dia memutuskan untuk pulang ke rumah. Sesampainya di rumah Kopi melihat Ibunya yang sedang menjahit baju. Kopi mendekati Ibunya dan bertanya “Ibu menjahit baju untuk siapa?”. Ibunya menjawab “ini baju untukmu nak”. Kopi pun menjawab, “buat apa Ibu menjahitkan baju buat aku. Sebagus apapun baju yang aku pakai, tetap tidak ada yang mau berteman sama aku bu, mereka semua mengejek dan menertawakan aku. Ibu aku malu, kenapa aku hitam bu?”. Ibu Kopi hanya tersenyum dan berkata “bersyukurlah sayang, kamu anak yang luar biasa”. Ibu Kopi pun meninggalkan Kopi sendiri di ruang tamu. Kopi terus memikirkan ucapan yang Ibunya katakan.
Pada suatu hari datanglah penduduk baru dari kota. Dia bernama Gula. Gula begitu manis dan rupawan. Belum lama Gula pindah, dia sudah mempunyai banyak teman, diantaranya Coklat dan Keju. Suatu ketika Kopi sedang mencari kayu bakar di hutan, datanglah Gula menghampirinya. Gula tersenyum kepada Kopi dan memperkenalkan dirinya. Mereka berdua berbincang-bincang sampai tidak terasa hari sudah sore. Merekapun pulang kerumah masing-masing. Setiap hari Gula dan Kopi bermain bersama. Ketika mereka sedang bermain di tepi sungai, Coklat dan Keju datang. Kejupun bertanya kepada Gula, “Gula kenapa kamu main bareng si jelek Kopi, dia kan hitam, jelek, miskin lagi. Kamu kan manis dan kaya. Mending kamu mainnya sama kita saja, yang sama-sama kaya, dan cantik.” Coklat pun berkata, “ benar apa yang Keju katakan, kamu main sama kita saja, jangan mau main sama dia Gula, entar kamu ketularan hitam lagi.” dan akhirnya Gula pergi meninggalkan Kopi. Sebenarnya Gula senang berteman dengan Kopi, namun Gula tidak bisa menolak permintaan Coklat dan Keju, karena mereka orang pertama yang dikenalnya saat Gula pindah ke hutan tersebut.
Lagi-lagi Kopi merasa sendiri lagi, dia sedih, satu-satunya teman yang mau berteman sama dia sekarang juga pergi meninggalkannya. Dengan wajah yang masih berlinangkan air mata Kopi pulang dan menangis dipangkuan Ibunya. Ia bercerita tentang kejadian tadi siang. Seperti biasanya Ibunya menasehatinya supaya bersyukur dan tetap menjadi anak yang mandiri.
Pada suatu sore, Coklat, Keju, dan Gula bermain di pinggir sungai. Namun tiba-tiba Gula terpeleset dan jatuh ke sungai. Padahal Gula tidak pandai berenang. Coklat dan Keju tidak bisa berbuat apa-apa, mereka takut. Mereka hanya melihat dan berteriak minta tolong. Kopi yang sedang mencari kayu bakar, mendengar teriakan Coklat dan Keju segera menghampiri. Tanpa berpikir panjang Kopi segera menolong Gula yang jatuh ke sungai. Akhirnya Gula berhasil ditolong. Gula berterimakasih kepada Kopi.
Semenjak kejadian tersebut Gula bermain dengan Kopi lagi, mereka begitu akrab seperti saudara sendiri. Melihat Gula dan Kopi akrab, Coklat dan Keju iri. Mereka ingin bermain bareng Kopi dan Gula, tap mereka malu. Mereka malu karena selama ini mereka sudah jahat sama Kopi. Pada hari berikutnya Coklat dan Keju sengaja datang ke rumah Gula. Mereka minta maaf untuk kejadian yg kemarin terjadi, dan mereka menceritakan keinginannya untuk meminta maaf kepada Kopi. Gula tersenyum, dan menyambut niat baik Coklat dan Keju. Gula akan membantu mereka. Sore harinya Gula, Coklat, dan Keju datang kerumah Kopi. Gula menceritakan niatnya berkunjung ke rumah. Kemudian Coklat dan Keju meminta maaf kepada Kopi. Mereka sangat menyesal selama ini sudah sering mengejek dan menertawakan Kopi. Kopipun memaafkan mereka. Ibu Kopi yang melihat kejadian tersebut tersenyum bangga. Akhirnya Kopi, Gula, Coklat, dan Keju bersahabat selamanya.


Biodata : Areej Yuyun Nurani. jalan perintis no. 04 RT 05 RW 01 desa Adiraja, kec. Adipala, kab. Cilacap, Jawa Tengah, kode pos 53271; 085747914457. E-mail areej.jun27@yahoo.com

Persahabatan Kopi dan Gula

Persahabatan Kopi dan Gula
Oleh : Areej Yuyun Nurani

Pada zaman dahulu tinggallah kopi di sebuah hutan. Setiap hari dia membantu Ibunya di rumah, menyapu, membersihkan rumah, mencari kayu bakar di tengah hutan, karena setiap pagi Ibunya harus pergi ke kota untuk menjajagan dagangannya. Sedangkan ayahnya bekerja di luar kota. Kopi tidak mempunyai saudara, sehingga dia selalu merasa kesepian. Teman-temannya pun menjauhinya karena dia jelek, hitam, dan miskin. Suatu ketika Kopi pergi ke sungai untuk mandi, tiba-tiba Coklat dan Keju datang, mereka mengejek dan menertawakan Kopi.
“Hey Kopi buat apa kamu mandi, tetap aja kamu hitam, haha”, ejek Coklat.
Kopi pun hanya bisa terdiam dan menangis, dia malu kepada teman-temannya. Sampai akhirnya dia memutuskan untuk pulang ke rumah. Sesampainya di rumah Kopi melihat Ibunya yang sedang menjahit baju. Kopi mendekati Ibunya dan bertanya “Ibu menjahit baju untuk siapa?”. Ibunya menjawab “ini baju untukmu nak”. Kopi pun menjawab, “buat apa Ibu menjahitkan baju buat aku. Sebagus apapun baju yang aku pakai, tetap tidak ada yang mau berteman sama aku bu, mereka semua mengejek dan menertawakan aku. Ibu aku malu, kenapa aku hitam bu?”. Ibu Kopi hanya tersenyum dan berkata “bersyukurlah sayang, kamu anak yang luar biasa”. Ibu Kopi pun meninggalkan Kopi sendiri di ruang tamu. Kopi terus memikirkan ucapan yang Ibunya katakan.
Pada suatu hari datanglah penduduk baru dari kota. Dia bernama Gula. Gula begitu manis dan rupawan. Belum lama Gula pindah, dia sudah mempunyai banyak teman, diantaranya Coklat dan Keju. Suatu ketika Kopi sedang mencari kayu bakar di hutan, datanglah Gula menghampirinya. Gula tersenyum kepada Kopi dan memperkenalkan dirinya. Mereka berdua berbincang-bincang sampai tidak terasa hari sudah sore. Merekapun pulang kerumah masing-masing. Setiap hari Gula dan Kopi bermain bersama. Ketika mereka sedang bermain di tepi sungai, Coklat dan Keju datang. Kejupun bertanya kepada Gula, “Gula kenapa kamu main bareng si jelek Kopi, dia kan hitam, jelek, miskin lagi. Kamu kan manis dan kaya. Mending kamu mainnya sama kita saja, yang sama-sama kaya, dan cantik.” Coklat pun berkata, “ benar apa yang Keju katakan, kamu main sama kita saja, jangan mau main sama dia Gula, entar kamu ketularan hitam lagi.” dan akhirnya Gula pergi meninggalkan Kopi. Sebenarnya Gula senang berteman dengan Kopi, namun Gula tidak bisa menolak permintaan Coklat dan Keju, karena mereka orang pertama yang dikenalnya saat Gula pindah ke hutan tersebut.
Lagi-lagi Kopi merasa sendiri lagi, dia sedih, satu-satunya teman yang mau berteman sama dia sekarang juga pergi meninggalkannya. Dengan wajah yang masih berlinangkan air mata Kopi pulang dan menangis dipangkuan Ibunya. Ia bercerita tentang kejadian tadi siang. Seperti biasanya Ibunya menasehatinya supaya bersyukur dan tetap menjadi anak yang mandiri.
Pada suatu sore, Coklat, Keju, dan Gula bermain di pinggir sungai. Namun tiba-tiba Gula terpeleset dan jatuh ke sungai. Padahal Gula tidak pandai berenang. Coklat dan Keju tidak bisa berbuat apa-apa, mereka takut. Mereka hanya melihat dan berteriak minta tolong. Kopi yang sedang mencari kayu bakar, mendengar teriakan Coklat dan Keju segera menghampiri. Tanpa berpikir panjang Kopi segera menolong Gula yang jatuh ke sungai. Akhirnya Gula berhasil ditolong. Gula berterimakasih kepada Kopi.
Semenjak kejadian tersebut Gula bermain dengan Kopi lagi, mereka begitu akrab seperti saudara sendiri. Melihat Gula dan Kopi akrab, Coklat dan Keju iri. Mereka ingin bermain bareng Kopi dan Gula, tap mereka malu. Mereka malu karena selama ini mereka sudah jahat sama Kopi. Pada hari berikutnya Coklat dan Keju sengaja datang ke rumah Gula. Mereka minta maaf untuk kejadian yg kemarin terjadi, dan mereka menceritakan keinginannya untuk meminta maaf kepada Kopi. Gula tersenyum, dan menyambut niat baik Coklat dan Keju. Gula akan membantu mereka. Sore harinya Gula, Coklat, dan Keju datang kerumah Kopi. Gula menceritakan niatnya berkunjung ke rumah. Kemudian Coklat dan Keju meminta maaf kepada Kopi. Mereka sangat menyesal selama ini sudah sering mengejek dan menertawakan Kopi. Kopipun memaafkan mereka. Ibu Kopi yang melihat kejadian tersebut tersenyum bangga. Akhirnya Kopi, Gula, Coklat, dan Keju bersahabat selamanya.


Biodata : Areej Yuyun Nurani. jalan perintis no. 04 RT 05 RW 01 desa Adiraja, kec. Adipala, kab. Cilacap, Jawa Tengah, kode pos 53271; 085747914457. E-mail areej.jun27@yahoo.com
Diberdayakan oleh Blogger.

Kursor

Final Fantasy 7 Cloud Strife

zombi

t,kelinci