Persahabatan Kopi dan
Gula
Oleh
: Areej Yuyun Nurani
Pada zaman dahulu tinggallah kopi di sebuah hutan.
Setiap hari dia membantu Ibunya di rumah, menyapu, membersihkan rumah, mencari
kayu bakar di tengah hutan, karena setiap pagi Ibunya harus pergi ke kota untuk
menjajagan dagangannya. Sedangkan ayahnya bekerja di luar kota. Kopi tidak
mempunyai saudara, sehingga dia selalu merasa kesepian. Teman-temannya pun
menjauhinya karena dia jelek, hitam, dan miskin. Suatu ketika Kopi pergi ke
sungai untuk mandi, tiba-tiba Coklat dan Keju datang, mereka mengejek dan
menertawakan Kopi.
“Hey
Kopi buat apa kamu mandi, tetap aja kamu hitam, haha”, ejek Coklat.
Kopi
pun hanya bisa terdiam dan menangis, dia malu kepada teman-temannya. Sampai
akhirnya dia memutuskan untuk pulang ke rumah. Sesampainya di rumah Kopi
melihat Ibunya yang sedang menjahit baju. Kopi mendekati Ibunya dan bertanya
“Ibu menjahit baju untuk siapa?”. Ibunya menjawab “ini baju untukmu nak”. Kopi
pun menjawab, “buat apa Ibu menjahitkan baju buat aku. Sebagus apapun baju yang
aku pakai, tetap tidak ada yang mau berteman sama aku bu, mereka semua mengejek
dan menertawakan aku. Ibu aku malu, kenapa aku hitam bu?”. Ibu Kopi hanya
tersenyum dan berkata “bersyukurlah sayang, kamu anak yang luar biasa”. Ibu Kopi
pun meninggalkan Kopi sendiri di ruang tamu. Kopi terus memikirkan ucapan yang
Ibunya katakan.
Pada suatu hari datanglah penduduk baru dari kota.
Dia bernama Gula. Gula begitu manis dan rupawan. Belum lama Gula pindah, dia
sudah mempunyai banyak teman, diantaranya Coklat dan Keju. Suatu ketika Kopi
sedang mencari kayu bakar di hutan, datanglah Gula menghampirinya. Gula
tersenyum kepada Kopi dan memperkenalkan dirinya. Mereka berdua
berbincang-bincang sampai tidak terasa hari sudah sore. Merekapun pulang
kerumah masing-masing. Setiap hari Gula dan Kopi bermain bersama. Ketika mereka
sedang bermain di tepi sungai, Coklat dan Keju datang. Kejupun bertanya kepada
Gula, “Gula kenapa kamu main bareng si jelek Kopi, dia kan hitam, jelek, miskin
lagi. Kamu kan manis dan kaya. Mending kamu mainnya sama kita saja, yang
sama-sama kaya, dan cantik.” Coklat pun berkata, “ benar apa yang Keju katakan,
kamu main sama kita saja, jangan mau main sama dia Gula, entar kamu ketularan
hitam lagi.” dan akhirnya Gula pergi meninggalkan Kopi. Sebenarnya Gula senang
berteman dengan Kopi, namun Gula tidak bisa menolak permintaan Coklat dan Keju,
karena mereka orang pertama yang dikenalnya saat Gula pindah ke hutan tersebut.
Lagi-lagi Kopi merasa sendiri lagi, dia sedih,
satu-satunya teman yang mau berteman sama dia sekarang juga pergi
meninggalkannya. Dengan wajah yang masih berlinangkan air mata Kopi pulang dan
menangis dipangkuan Ibunya. Ia bercerita tentang kejadian tadi siang. Seperti
biasanya Ibunya menasehatinya supaya bersyukur dan tetap menjadi anak yang
mandiri.
Pada suatu sore, Coklat, Keju, dan Gula bermain di
pinggir sungai. Namun tiba-tiba Gula terpeleset dan jatuh ke sungai. Padahal
Gula tidak pandai berenang. Coklat dan Keju tidak bisa berbuat apa-apa, mereka
takut. Mereka hanya melihat dan berteriak minta tolong. Kopi yang sedang
mencari kayu bakar, mendengar teriakan Coklat dan Keju segera menghampiri.
Tanpa berpikir panjang Kopi segera menolong Gula yang jatuh ke sungai. Akhirnya
Gula berhasil ditolong. Gula berterimakasih kepada Kopi.
Semenjak kejadian tersebut Gula bermain dengan Kopi
lagi, mereka begitu akrab seperti saudara sendiri. Melihat Gula dan Kopi akrab,
Coklat dan Keju iri. Mereka ingin bermain bareng Kopi dan Gula, tap mereka malu. Mereka
malu karena selama ini mereka sudah jahat sama Kopi. Pada hari berikutnya
Coklat dan Keju sengaja datang ke rumah Gula. Mereka minta maaf untuk kejadian
yg kemarin terjadi, dan mereka menceritakan keinginannya untuk meminta maaf
kepada Kopi. Gula tersenyum, dan menyambut niat baik Coklat dan Keju. Gula akan
membantu mereka. Sore harinya Gula, Coklat, dan Keju datang kerumah Kopi. Gula
menceritakan niatnya berkunjung ke rumah. Kemudian Coklat dan Keju meminta maaf
kepada Kopi. Mereka sangat menyesal selama ini sudah sering mengejek dan
menertawakan Kopi. Kopipun memaafkan mereka. Ibu Kopi yang melihat kejadian
tersebut tersenyum bangga. Akhirnya Kopi, Gula, Coklat, dan Keju bersahabat
selamanya.
Biodata
: Areej Yuyun Nurani. jalan perintis no. 04 RT 05 RW 01 desa Adiraja, kec.
Adipala, kab. Cilacap, Jawa Tengah, kode pos 53271; 085747914457. E-mail
areej.jun27@yahoo.com

